ALKISAH ada seorang guru bertanya kepada murid-muridnya didepan kelas. “Ada lima ekor burung yang sedang bertengger di kabel listrik —sambil mengangkat tangan dan menunjukkan kelima jarinya—, lalu tiga ekor diantaranya hendak terbang – sambil melipat ketiga jarinya—berapakah yang tinggal?” Beberapa murid segera saja menjawab dengan lantang “Tinggal dua…“, sebagian lagi mengatakan dengan ragu-ragu “Masih lima“.
Setelah terdiam dan memperhatikan seisi kelas, beberapa saat sang guru mengatakan sebenarnya tidak ada burung yang terbang, tetap lima ekor yang bertengger di kabel tersebut. Yang tiga ekor sebenarnya hendak terbang saja, belum terbang.
Perumpamaan ini sama dengan kenyataan bahwa hampir semua orang hendak kaya, semua orang ingin sukses, semua orang ingin sejahtera. Cerita yang sama saya temui pada banyak pengusaha dari berbagai tingkatan bisnisnya, dari tingkat mikro, kecil hingga menengah. Mayoritas mengatakan ingin sukses dan sejahtera, sayangnya masih lebih banyak lagi yang hanya ingin saja tanpa berbuat sesuatu untuk mendapatkannya.
Mungkinkah kita mulai bisnis tanpa memiliki uang tunai?
Saya kira itu mungkin saja. Mengapa tidak! Jika kita mampu mengoptimalkan pemikiran kita, maka akan banyak jalan yang bisa ditempuh dalam menghadapi masalah permodalan ntuk kita bisa memulai bisnis. Cuma masalah permodalan untuk kita bisa memulai bisnis. Cuma masalahnya, darimana duit itu berasal? Logikanya, semua bisnis itu membutuhkan modal uang.
Memang, kebanyakan kita selalu mengeluh ketiadaan modal uang sebagai alasan mengapa kita “enggan” berwirausaha.Padahal, modal yang paling vital sebenarnya bukanlah uang, tetapi modal non-fisik, yakni berupa motivasi dan keberanian memulai yang mengebu-gebu. Saya yakin, jika hal itu sudah bisa dipenuhi, maka mencari modal uang bukanlah persoalan yang tidak mungkin, meski Secara pribadi kita tidak memiliki uang. Sementara kita telah tahu, bahwa peluang bisnis telah ada di depan mata. Tentu, alangkah baiknya jika kita tidak menundanya untuk memulai berbisnis.Toh kita tahu, bahwa sebenarnya banyak peluang tanpa perlu modal yang besar.
Categories:
Pencerahan Tags:
Berprofesi sebagai seorang marketing emang tidak mudah, butuh strategi khusus agar tak kalah saing dengan pelaku pasar lainnya.
Kenali perilaku konsumen Anda
Sebelum menawarkan produk atau jasa ke konsumen, terlebih dahulu tentukan target pasar yang akan Anda bidik. Bisa jadi Anda membidik komunitas anak muda, khusus wanita, ataupun masyarakat umum yang berasal dari kalangan menengah atas atau kalangan menengah ke bawah. Pastikan bahwa Anda memasarkan produk atau jasa kepada target pasar yang tepat. Karena itu kenali perilaku konsumen yang Anda bidik, untuk mengetahui minat dan kebutuhan mereka.

Tingkatkan product knowledge Anda
Salah satu senjata yang harus dikuasai seorang marketing adalah product knowledge (informasi produk). Dengan mengetahui segala informasi tentang produk atau jasa yang ditawarkan, maka secara tidak langsung dapat membantu Anda untuk meyakinkan para calon konsumen. Sampaikan informasi tentang kelebihan produk, kegunaannya, kualitasnya, serta harga produk kepada calon konsumen Anda, agar mereka semakin yakin untuk memilih produk atau jasa yang Anda tawarkan.
Selalu optimis dan pantang menyerah
Kegiatan marketing memiliki tantangan dan hambatan yang cukup besar, sehingga tidak semua orang bisa bertahan dengan profesi tersebut. Di kejar-kejar dengan target perusahaan, atau mengalami penolakan dari calon konsumen merupakan salah satu tantangan kecil yang harus diterima para marketing. Karena itu usahakan untuk selalu optimis dalam melayani konsumen, dan pantang menyerah dalam setiap keadaan. Antusiasme dan semangat yang Anda tunjukan kepada calon pelanggan menjadi kunci utama kesuksesan Anda sebagai seorang marketing.
Perluas jaringan bisnis Anda
Memperluas jaringan bisnis sama halnya dengan menciptakan peluang pasar. Semakin luas jaringan yang Anda miliki, maka semakin besar pula peluang yang Anda ciptakan untuk mendapatkan calon konsumen baru. Jadi, jangan pernah ragu untuk membuka jaringan baru dan perluas pengetahuan Anda untuk mendapatkan pelanggan baru.
Perhatikan respon pelanggan
Terkadang setiap pelanggan memberikan respon yang berbeda terhadap produk atau jasa yang kita tawarkan. Bila pelanggan puas dengan produk atau jasa Anda, maka cantumkan respon tersebut sebagai bukti nyata untuk memperkuat keunggulan produk yang ditawarkan. Namun bila respon konsumen kurang memuaskan, jadikan sebagai bahan evaluasi bagi Anda untuk mencapai hasil yang lebih baik kedepannya.
Buatlah strategi pemasaran produk yang menarik
Terakhir, buatlah kegiatan promosi yang dapat menarik minat pelanggan. Misalnya saja dengan memberikan potongan harga, menawarkan bonus tertentu untuk pembelian diatas rata-rata, menambahkan undian berhadiah pada event-event khusus, atau mengadakan beberapa kegiatan promosi yang melibatkan konsumen sebagai pesertanya (seperti menjadi sponsor utama kegiatan sepeda gembira, jalan sehat bersama, serta acara lainnya yang bertujuan membangun loyalitas konsumen). Demikian 5 Kunci Sukses Menjadi Seorang Marketing semoga bermanfaat…
Sumber : http://bisnisukm.com/5-kunci-sukses-…marketing.html
Categories:
Opini, Pencerahan Tags:
Jika anda berniat bertemu klien atau jalan bersama atasan untuk makan siang, berarti itu bukan acara makan biasa. Meski menjadi diri sendiri dan berusaha serileks mungkin adalah hal yang baik, tapi masih ada hal-hal yang harus anda perhatikan dalam makan siang khusus ini.
Sikap dan gerak-gerik anda selama jamuan akan menjadi penilaian orang lain. Maka dari itu, sebaiknya anda tidak melanggar enam aturan dalam jamuan bisnis makan siang seperti di bawah ini, 6 Tips sukses makan siang bisnis seperti dikutip dari Investopedia, Selasa (6/12/2011):
1. Jangan Dandan Berlebihan
Memakai celana celana jeans saat orang lain berstelan jas lengkap akan menjadi mimpi buruk bagi karir anda, begitu juga sebaliknya. Memakai jas lengkap di acara bisnis yang kasual atau santai justru menunjukkan anda masih bingung dengan tujuan dari acara pertemuan tersebut. Lebih baik tanya orang lain yang juga akan ikut dalam jamuan makan siang tersebut lewat telepon, atau mampirlah sebentara ke restoran tempat pertemuan itu lebih awal sehingga anda tahu pakaian apa yang harus dipakai.
2. Jangan terlalu banyak minum
Minum di sini maksudnya bukan alkohol, lagipula siapa yang mau minum alkohol di saat jamuan makan siang. Maksudnya, kurangi minum supaya anda tidak perlu bolak-balik ke kamar kecil sehingga tidak banyak melewatkan percakapan yang cukup penting. Selain itu, anda akan terlihat sangat buruk jika harus sering ke kamar kecil saat membicarakan kontrak bernilai tinggi.
3. Matikan Handphone
Sekarang bukan saat yang tepat untuk mengecek email, berbicara kepada istri, mengirim sms kepada teman atau penasaran dengan skor bola tadi malam. Bahkan, jika di dalam handphone anda tidak ada berkas penting yang berhubungan dengan pertemuan, lebih baik simpan di mobil saja sehingga anda tidak akan tergoda untuk mengeceknya. Memang handphone anda sangat penting, tapi bukan berarti dia harus selalu di samping anda setiap saat.
4. Pilih makanan yang simpel
Makanan yang anda pesan haruslah yang simpel dan mudah dikonsumsi. Jangan sampai merepotkan anda. Apakah anda ingin kemeja anda terkena saus spaghetti? Apakah anda akan terlihat seperti seorang profesional ketika membuka mulut lebar-lebar sambil memasukkan burger ukuran raksasa? Akan lebih baik pilih makanan yang sehat. Perlihatkan diri anda sebagai orang yang peduli kesehatan. Orang akan lebih menghormati seseorang yang peduli akan dirinya sendiri.
5. Jangan makan sendirian
Jangan mulai makan sebelum si pengundang makan atau mengajak orang lain yang hadir mencicipi hidangan. Itu adalah aturan dasar yang benar-benar harus anda perhatikan. Jangan sampai anda makan sendirian karena orang lain tahu belum saatnya mencicipi hidangan. Jika anda sebagai pihak pengundang atau tuan rumah, makanlah satu atau dua suap supaya orang lain tahu sudah saatnya hidangan dicicipi.
6. Hindari pembicaraan dengan tema kontroversial
Pembicaraan dengan tema yang berujung kepada opini yang berat. Opininya mungkin bukan mengenai benar atau salah, tapi setidaknya akan ada satu orang di meja yang tidak sependapat dengan anda. Tidak hanya anda akan membuat si orang itu tidak nyaman, tapi dia juga akan memberi opini yang tidak sejalan dengan perkiraaan anda.
Kesimpulannya, datanglah ke sebuah jamuan bisnis sesuai dengan tujuannya. Ini adalah situasi bisnis yang memerlukan perilaku dan tingkah laku anda sebaik mungkin. Buatlah semua orang terkesan. Demikianlah Tips sukses makan siang bisnis mudah-2an bermanfaat.
sumber : http://finance.detik.com/read/2011/12/06/082150/1783508/479/ingin-makan-siang-bisnis-sukses-ini-tipsnya
Categories:
Pencerahan Tags:
10 bisnis yg menjanjikan 10 tahun mendatang
informasi yang sangat berharga untuk perencanaan masa depan nih…
Hampir semua orang punya cita-cita ingin memiliki bisnis sendiri.
Tapi sering kali, mereka bingung bagaimana memulainya, bisnis apa
yang harus mereka geluti dan bagaimana pula prospeknya.
Kebetulan “INC” -media bisnis terkemuka di Amerika- belum lama ini
merilis informasi penting bagi para pebisnis yang ingin mengetahui
bisnis yang prospeknya paling menjanjikan hingga lebih dari 10
tahun mendatang. Mereka adalah:
1. Internet Bisnis, data processing dan jasa informasi lainnya (jualan di website / internet..)
2. Sistem komputer dan jasa yang berhubungan dengannya
3. Sofware (jual beli aplikasi)
4. Jasa ketenagakerjaan
5. Konsultasi: management,science, dan teknis
6. Home Health Care
7. Jasa penasihat keuangan pribadi
8. Jasa perawatan anak
9. Seni, hiburan, dan rekreasi
10. Film/video
Dari 10 Bisnis yang menjanjikan 10 tahun mendatang tersebut, terlihat bisnis nomor SATU yang paling
menjanjikan hingga lebih dari 10 tahun mendatang adalah internet
bisnis
Revolusi informasi memang tengah berjalan…. Seperti juga ketika
mobil yang ‘merevolusi’ kereta kuda, kamera digital yang mulai
menggantikan kamera manual dan kini INTERNET juga telah mengubah
kebiasaan masyarakat dalam mencari informasi dan berbisnis.
Demikian, 10 Bisnis yang menjanjikan 10 tahun mendatang semoga bermanfaat.
Ini saya kutip dari sini,saya pikir menarik juga untuk men-share lewat blog ini..
Selamat menyimak…
Maaf newbie cuma pengen sharing pengalaman pribadi nih. Bukan maksud ane promosi neh…suatu hari ane baca buku mengenai kunci rahasia sukses berdagang(pengarangnya IPPHO SANTOSA)..salah satunya yaitu menyedekahkan 10% modal usaha kita kepada orang yang membutuhkan. Ane dah mempraktekan gan…Ane baru baru ini terjun ke dunia perdagangan. backround ane adalah guru Bimbel gan…yang berangkat pagi dan pulang malam (sungguh ga mengenakan gan). Ane mulai dari bisnis kecil2an gan..bisnis lampu led gan (maklum modal kecil gan) he….Ane praktekan tu gan apa yang dikata dalam buku itu Gan sedekah 10% dari modal gan…ini perhitungannya Gan :
MODAL AWAL
12 lampu x Rp. 11.000 = Rp. 132.000
Sedekah 10% = Rp. 13.200
Total = Rp. 145.200
PENJUALAN
12 lampu x Rp. 13.000 = Rp. 156.000
PENJUALAN – MODAL AWAL = Rp. 11.000
Kelihatannya yang didapat kecil ya gan…tapi inilah keajaibannya Gan..waktu berjualan pada hari pertama sampai hari ketiga dagangan ane ga laku gan…akhirnya aku titipkan sama orang gan..bermula dari satu orang yang ane titipi barang ane untuk ane jual..seiring berjalannya orang yang ane titipi berkembang menjadi 3 orang gan…3 orang yang menjadi reseller ane (dan semuanya orang yang jujur…Alhamdulillah) pada hari ke empat barang ane Sold Out. Ane ga menjual ke reseller dengan harga tinggi gan..karena bagi ane…reputasi itu yang harus dibangun..bukan hanya untung semata..karena reputasi kita tidak bisa ditebus dengan apapun..12 Lampu habis ..ane beli lagi 48 lampu lagi gan …dan berita bagusnya…barangnya laku gan..kaya kacang goreng..di kost ane tinggal 9 item aja..
Komentar dari ane ::
Saya pikir ada benarnya juga, kenapa sedekah itu bisa bikin usaha kita sukses, pernah denger temennya temen yang punya prinsip kalo ketemu pengemis selalu kasih, denger2nya rejekinya luar biasa lancar(konon pendapatan perbulannya belasan s/d puluhan juta per bulan)…Alasan logis lainnya, bukankah semakin banyak uang berputar maka ekonomi akan makin bagus dan kemakmuran tersebar dan pada akhirnya kembali ke kita juga
Mungkin masalah yang kepikir pas mau ngasih sedekah bisa jadi macam2 (mulai dari pengen mendidik, takut keseringan, tengsin ngasi diliat orang banyak)…Kalo itu alesannya salurin sedekahnya lewat media lain, misanya lewat yayasan2 yg terpercaya atau badan2 lainnya…
Ditunggu komennya bro…